PUASA DARI SYARIAT KE TARIKAT

puasa-ramadhan-2012  A. Macam-Macam Puasa Syariat ke  Tarikat

Dalam bukunya meraih cinta Ilahi,   Jalaludin Rahmat memaparkan bahwa kata  puasa yang terdapat dalam al-Quran ada 13 , tetapi kata shaum hanya ada satu kali. Shaum disitu berbeda sekali maknanya dengan kata syiam yang merujuk pada puasa yang biasa dilakukan. Dalam bahasa sufistik shaum mengacu pada tarikat. Satu-satunya shaum yang terdapat dalam al-Quran adalah berkaitan dengan kisah seorang  wanita suci yang melahirkan Nabi Isa, yaitu maryam. “ maka makan, minum, dan tenangkanlah hatimu. Jika kamu berjumpa dengan manusia, maka katakanlah; aku sudah berjanji pada Tuhan Ynag Mahakuasa untuk melakukan shaum, aku tidak akan berbicara kepada seorang manusiapun pada hari ini”. (QS. Maryam ;26)

1.   Inilah macam pertama puasa tarikat ”puasa berbicara”.

Ketika Maryam puasa bicara, Tuhan menjadikan bayi dalam buaiannya berbicara dengan jelas. Bayi itu yang menjawab hujatan banyak orang ketika maryam kembali dari mihrab dengan menggendong anaknya itu.

Jika melakukan puasa berbicara, maka Tuhan akan memperdengarkan dengan sangat jernih suara hati nurani. Karena hati merupakan taman Tuhan dalam diri kita, jadi Tuhan akan menyampaikan petunjukNya melalui hati. Jika terlalu banyak bicara, kita tidak akan sanggup lagi mendengar suara Tuhan dalam hati nurani kita. Kita menjadi tuli karena kita terlalu disibukan dengan kebisingan.
Puasa bicara lebih dari sekedar menahan lidah untuk tidak menggunjing orang, mencaci maki, menhujat dan menghujat balik, mengeluarkan kata-kata kotor, dan sebagainya. Yang demikian itu tidak boleh kita lakukan meskipun tidak dalam puasa. Dalam puasa bicara kita hanya berbicara yang perlu-perlu saja atau yang betul-betul bermanfaat, itupun dalam waktu terbatas dan pada sbagian waktu kita diam. “Bicara kita adalah perak tetapi diam kita emas”.

Adapun faedah dari puasa berbicara adalah “kemampuan untuk mendengarkan dengan baik”. Tidak bisa dipungkiri pada umumnya bencana atau permasalahan timbul karena banyak yang ingin semuanya berbicara namun tidak mau mendengarkan. Contohnya, konflik yang terjadi di rumah tangga karena semua pihak hanya ingin bicara dan tidak mau mendengarkan, begitupun dalam sebuah organisasi, bencana terjadi karena para eksekutif belajar berbicara tetapi tidak belajar mendengarkan, dan sebagainya.

Dan yang terpenting adalah anjuran puasa bicara harus kita alamatkan pada kita semua, yaitu kita semua jangan ngomong tentang sesuatu yang kita tidak tau, jangan ngomong  hanya untuk menimbulkan kesan bahwa kita orang pintar. jika kita serentak melakukan pusa bicara, khususnya pada bulan ramadhan, maka kita akan menikmati bulan suci ini dengan penuh kedamaian dan kesejukan.

2.  Puasa Mendengarkan

Apabila kita tidak dapat menghentikan pembicaraan banyak orang, demi kesehatan kita secara jasmaniah dan ruhaniah maka lakukanlah puasa tarikat yang kedua, yaitu puasa mendengarkan. Puasa mendengarkan akan menghindari upaya mendengarkan fitnah, gosif, isu, gunjingan, dan kata-kata kotor. Dengan puasa mendengarkan kita berusaha menyeleksi secara sadar apa yang kita dengar. Kita akan hanya mendengarkan apa yang kita pandang bermanfaat. Jika manfaatnya banyak, maka kita akan banyak mendengarkan yang banyak mamfaatnya saja.

Terlalu banyak mendengarkan akan mengakibatkan gangguan mental karena otak kita harus mengolah informasi yang berlebihan.  System pengelolaan informasi kita akan kolaps. Akibatnya kita akan menderita kelelahan fisik dan mental. Kita tidak akan sanggup memberi makna pada berbagai peristiwa. Kita akan tersiksa, karena tekanan untuk memberi makna. Dengan demikian, maka kita akan mudah tersinggung, resah, takut, pemarah dan agresif. Sekarang sudah terbukti banyak sebagian manusia modern yang meninggalkan televise, radio, dan media lainnya demi berusaha untuk menentramkan hatinya.

Jadi jika kita ingin lebih tentram dan lebih merasakan kesejukan batin, maka mulailah melakukan puasa mendengarkan. Firman Allah Swt.

  ÷ŽÅe³t6sù ϊ$t7Ïã   tûïÏ%©!$# tbqãèÏJtFó¡o„ tAöqs)ø9$# tbqãèÎ6­Fu‹sù ÿ¼çmuZ|¡ômr& 4 y7Í´¯»s9’ré& tûïÏ%©!$# ãNßg1y‰yd ª!$# ( y7Í´¯»s9’ré&ur öNèd (#qä9’ré& É=»t7ø9F{$#

Artinya;  gembiralah hamba-hambaKu yang mendengarkan pembicaraan (yang bagus) dan hanya mengikuti yang paling bagusnya saja. Mereka itulah yang mendapat petunjuk Allah dan mereka itulah orang-orang yang bijak.   (QS al Zumar ; 17-18)

3. Puasa Melihat

Tuhan berfirman dalam kitabnya “agar orang –orang beriman menundukan pandangannya dan menjaga kehormatannya” (QS. An-Nur ; 30). Nabi Muhammad Saw bersabda : “barang siapa yang memelihara pandangannya, ia akan merasakan lezatnya keimanan dalam hatinya.” Puasa melihat bukan sekedar melihat yang tiak boleh dilihat, tetapi juga tidak melihat hal-hal yang tidak perlu, atau mengurangi melihat apa saja yang sebenarnya boleh dilihat.

Para psikolog mengukur kekecewaan dengan membandingkan antara want dan get. Jika yang diinginkan lebih banyak daripada yang diperoleh, maka kita akan mengalami kekecewaan. Makin tinggi keinginan kita, maka makin besar kemungkinan kita frustasi. Karean sebagian besar yang kita inginkan berasal dari apa yang kita lihat. Sekiranya pada bulan suci ramadhan  kita belajar menundukan pandangan atau penglihatan maka kita akan merasakan  kelezatan ruhaniah yang besar[1].

Bersamaan dengan pembicaraan dan pendengaran, penglihatan akan  memasukan banyak bahan kedalam fikiran dan hayalan kita. Maka boleh jadi akan lebih gampang bagi kita untuk mengendalikan atau mengalahkan batiniah kita. Dan itu akan menyebabkan kerusakan pada iman kita, serta akan menyebabkan sulitnya merasakan ketentraman, kesejukan dan kenyamanan hati. Para sufi sepakat ;”kita hanya akan mendaptkan kemajuan ruhaniah dengan membawa fikiran dan imajinasi kita dari bumi yang rendah ke langit yang tinggi. Selama indra lahiriah kita terpaku pada bumi, selama itu juga akal dan hati tidak akan berlabuh pada pengakuan keindahan Tuahan.

B. Hikmah Puasa

1.  Sarana penyucian jiwa, puasa merupakan manisfestai ketaatan  seseorang dalam melaksanakan perintah Allah, dalam meninggalkan larangan dan dalam melatih jiwa untuk menyempurnakan ibadah kepadaNya.

2.  Puasa disamping sebagai sarana memelihara jasmaniah, seperti dinyatakan oleh sepesialis dokter, juga merupakan sarana untuk mempertinggi aspek sepritual dan meredam gejolak aspek material yang terdapat pada seseorang.

3.  Puasa itu sarana  untuk memperkuat keinginan, memperkokoh tekad, melatih diri agar sabar, dan bersikap kritis terhadap tradisi.

4.  Sebagaimana telah disepakati bersama bahwa naluri seks pada manusia merupakan senjata setan yang paling ampuh dalam upaya menyelewengkan manusia. Jadi puasa mempunyai pengaruh yang sangat efektif dalam mengatasi (syahwat) dan dalam mengantisipasi naluri seks. Terutama kalau puasanya dilakukan secara kontinyu dengan mengharaf cinta dan kasih sayang Allah Swt.

5. Sebagai tanda terima kasih atas nikmat yang telah diberikan dan dilimpahkan  oleh Allah kepada hambaNya.

6.  Puasa mengandung hikmah kolektif ( terutama dalam puasa ramadhan) dimana setiap orang yang menjalankan ibadah puasa merasakan derita lafar. Hal ini dapat menimbulkan rasa iba dari orang-orang kaya terhadap derita yang dipikul orang-orang miskin.

7.  Dan yang paling utama dari hikmah puasa adalah kita bisa merasakan lezatannya iman, merasakan ketentraman dan kesejukan hati, apalagi ditambah dengan berpuasa tarikat yang tiga tadi, yaitu puasa berbicara, mendengarkan dan melihhat. Dengan senantiasa puasa, hati dan akal kita akan merasakan keindahan dekatnya atau berlabunya jiwa kita dengan keindahan Tuhan. Karena tidak ada kebahagian yang paling berharga kecuali ketentraman dalam hati.


[1]  Jalaudin Rahmat. Meraih Cinta Ilahi, hlm.185

penulis : Ridwan Efendi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s